Kehidupan pada Masa Pra-Aksara di Indonesia

Advertisement
Kembali lagi ke materi sejarah dalam IPS Terpadu, kali ini penulis akan membahas tentang masa pra-aksara di Indonesia. 

Boleh dikatakan, materi ini adalah sejarah nya sejarah. Sebab, yang dipelajari adalah kehidupan manusia purba. Beribu tahun yang lalu. Saat dimana manusia masih hidup dengan cara yang sangat tradisional, yaitu ketika semua tergantung dengan alam.

Lalu mengapa harus belajar sejarah manusia jutaan tahun yang lalu?
Belajar dari masa lalu,berguna  untuk lebih mengerti apa yang terjadi di masa sekarang. Dan berbuat lebih baik untuk masa depan. Sebaliknya, kita harus menyadari bahwa seperti apa kehidupan modern seperti saat ini, tidak terlepas dari kehidupan manusia sebelumnya. 

Baiklah, pada artikel ini, poin-poin penting yang akan secara lengkap dibahas antara lain ;
pengertian zaman pra-aksara, 
deskripsi kehidupan di zaman pra-aksara, 
pembabakan di zaman praaksara, 
Manusia purba di Indonesia, dan
Peninggalan kebudayaan masa praaksara.

Pengertian Zaman Pra- Aksara

Apa sebenarnya maksud dari kata-kata pra-aksara? Bagi sebagian orang, istilah tsb terdengar asing.
Sebenarnya dengan mudah kita bisa mengetahui minimal tujuan dari kata pra-aksara tsb. Secara harfiah, pra artinya sebelum, Aksara artinya huruf atau tulisan. Berarti, pra-aksara artinya masa atau zaman sebelum manusia mengenal tulisan.

Yaitu zaman berjuta tahun yang lalu, ketika kehidupan manusia masih sangat primitif.
Saking primitifnya, masa ketika itu dikenal juga dengan istilah masa pra-sejarah (Alias belum ada sejarah).Lho kok bisa? Mestinya ketika manusia ada, pasti ada sejarahnya (ceritanya). 

Karena ketika itu tidak ada bukti tertulis yang ada. Cara ilmuwan mempelajari kehidupan manusia pra sejarah, lebih banyak melalui sumber-sumber berupa fosil dan artefak.

Selain zaman pra aksara dan zaman pra sejarah, sering juga orang menyebut masa ketika itu dengan sebutan zaman purba. Sedangkan manusia nya disebut manusia purba.

Nah, zaman pra aksara memang selalu menarik untuk dibahas sebab tidak ada yang tahu persis bagaimana keadaan ketika itu. Penjelasan yang ada lebih bersifat teori, namun disusun secara ilmiah.

Bagian ilmu sejarah yang khusus meneliti fosil manusia, tumbuhan, dan hewan disebut paleontologi. Kemudian, ilmu yang mempelajari manusia purba adalah paleoantropologi. Sedangkan ilmu sejarah yang khusus mendalami peninggalan sejarah dan purbakala disebut arkeologi.

Pembabakan zaman praaksara

gambar pembabakan zaman praakasara

Jadi, zaman praaksara itu sebenarnya dapat kita kenali secara lebih mudah dengan membaginya kedalam beberapa babak/ bagian.

Pembagian zaman praaksara terbagi kedalam 2 bagian ; zaman batu dan zaman logam.

Zaman batu merupakan zaman ketika manusia pra sejarah mulai mengenal alat-alat yang terbuat dari batu. Zaman batu dibagi lagi menjadi 4 bagian berikut ;
a. Zaman batu tua (Palaelithkum)
b.  zaman batu tengah (Mesolitikum)
c.  zaman batu muda (Neolithikum)
d.  zaman batu besar (Megalithikum)

Adapun zaman logam, adalah saman ketika manusia pra sejarah sudah dapat membuat alat-alat perlengkapan hidupnya dari logam. Zaman logam dibagi menjadi 3 bagian, yaitu ‘
a. Zaman Tembaga
b. Zaman Perunggu
c. Zaman Besi

Pembagian zaman pra sejarah berdasarkan geologi  (lapisan bumi yang terbentuk)

a. Zaman Arkaeozoikum.
Masa ini berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu. Bumi dimasa ini belum stabil. Lapisan-lapisan bumi masih dalam proses pembentukan, udara sangat panas, dan tanda-tanda kehidupan belum ada.

b. Zaman paleozoikum.
Zaman ini terjadi kira-kira 340 juta tahun lalu. Zaman paleozoikum sering juga disebut zaman primer karena kehidupan pertama kali muncul di masa tsb meskipun berupa munculnya makhluk bersel satu seperti bakteri , serta sejenis amfibi dan reptil. Suhu bumi ketika itu sudah menurun sehingga memungkinkan makhluk hidup untuk tinggal.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout="image-middle" data-ad-layout-key="-eo+6g-v-cr+qp" data-ad-client="ca-pub-6389402917944938" data-ad-slot="5569503999"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script> c. Zaman/ masa mesozoikum
Terjadi kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Sering juga disebut zaman sekunder. Pada masa mesozoikum, terdapat reptil dengan ukuran sangat besar, misalnya dinosaurus.

gambar dinosaurus
Ilustrasi Dinosaurus

d. Zaman Neozoikum. 
Zaman ini diperkirakan terjadi 60 juta tahun yang lalu. Di masa tsb, bumi sudah jauh lebih stabil. Reptil raksasa mulai punah. Sebaliknya, hewan menyusui dan primata (monyet dan kera) terus berkembang. 

Perkembangan selanjutnya adalah munculnya manusia, yaitu dimulai saat zaman pleistosen (bagian dari neozoikum). 

Tahapan kehidupan manusia purba pada masa pra aksara berdasarkan perkembangan kebudayaan.

a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering).
Pada masa ini, Manusia  mengumpulkan makanan yang disediakan oleh alam tanpa harus menanam atau mengolah tanah. Beberapa ciri masa berburu dan mengumpulkan makanan :
  • Hidup Berpindah-pindah (nomaden), karena sangat bergantung dengan makanan yang tersedia di alam.
  • Sudah mengenal api. Makanan (misal nya ikan, daging rusa, dll) yang berhasil mereka dapatkan, akan dibakar terlebih dahulu sebelum dimakan.
  • Juga mengumpulkan tumbuhan dan umbi-umbian yang bisa dimakan.
  • Pola hidup sudah berkelompok. Berguna untuk mengahadapi serangan binatang buas.
  • Alat-alat yang dipakai terbuat dari batu, tulang, dan kayu. Cirinya adalah masih kasar alias tidak diasah dan sangat sederhana. Contoh ; chopper (kapak genggam), flakes (alat serpih), dan kapak perimbas.
  • Termasuk masa palaeolithikum atau zaman batu tua.
  • Jenis manusia purba yang hidup pada masa tsb antara lain pithecantrhopus.

b. Masa bercocok tanam (food producing).
Beberapa ciri masa bercocok tanam yaitu ;
  • Sudah mampu mengembangbiakkan hewan ternak dan menanam tumbuh-tumbuhan.
  • Sudah mulai hidup menetap. Meskipun, ketika tanah yang diolah tidak subur lagi, mereka akan pindah ke tempat lain yang tanahnya masih subur.
  • Termasuk kedalam zaman mesolithikum (zaman batu pertengahan) dan neolithikum (zaman batu muda).
  • Alat-alat yang dihasilkan sudah lebih halus. Misalnya ; kapak persegi dan kapak lonjong.
  • Dapat membuat gerabah.

c. Masa perundagian.
Merupakan masa ketika manusia pra aksara sudah dapat mengolah logam, terutama besi dan perunggu. Benda-benda hasil masa perundagian antara lain kapak corong.

Jenis-Jenis Manusia purba di Indonesia, beserta penjelasannya. 

Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia, antara lain ;

1. Pithecantropus Erectus. 

gambar wajah pithecantropus
Beberapa bentuk wajah pithecantropus

Nama Pithecanthropus Erectus diambil dari kata pithekos = kera, anthropus = manusia, dan erectus = berjalan tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti manusia-kera yang berjalan tegak.

Pithecantropus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di dekat Desa Trinil, sebuah desa di pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi (Madiun). Eugene Dubois merupakan seorang dokter dari Belanda, dan tercatat sebagai peneliti manusia purba pertama di Indonesia. 

Ciri-Ciri Pithecantropus Erectus;
  • Volume otak masih rendah (900 cc). Sebagai perbandingan, volume otak manusia modern lebih dari 1000 cc, sedangkan kera volume otaknya maksimal 600 cc.
  • Diperkirakan hidup antara 1 juta – 600 riibu tahun lalu
  • Ciri fisiknya yaitu berbadan tegak dengan tinggi badan kira-kira 165-180 cm.

2. Meganthropuis Paleojavanicus. 
Meganthropuis Paleojavanicus ditemukan oleh von Koeningwald pada tahun 1941 di Sangiran, Kab. Sragen, prov. Jawa Tengah.

Ciri-ciri Meganthropuis Paleojavanicus antara lain ;
  • Diperkirakan hidup pada 2 juta – 1 juta tahun lalu. Karena itu dinobatkan sebagai manusia purba tertua di Indonesia.
  • Ciri fisiknya yaitu tidak berdagu sehingga menyerupai kera.

3. Homo Soloensis.
Homo Soloensis ditemukan oleh Von Koenigswald dan Wedenreich pada tahun 1931-1934 di dekat Desa Ngandong, lembah sungai bengawan Solo. 

Peninggalan Kebudayaan Pra-Aksara

Seperti disebutkan diatas, bahwa tidak ada peninggalan tertulis yang dapat mengungkap kehidupan zaman pra aksara. Karenanya, para ilmuwan mempelajari kehidupan manusia ketika itu dari fosil dan artefak.

Pengertian fosil yaitu sisa-sisa tulang belulang manusia, hewan, dan tumbuhan yang sudah membatu karena proses kimia dan terpendam dalam lapisan bumi, sedangkan pengertian artefak yaitu benda-benda purbakala hasil peninggalan kebudayaan manusia zaman pra aksara.

Contoh artefak yaitu kapak genggam, alat serpih, dan kapak perimbas.

gambar kapak genggam
kapak genggam

Kapak genggam digunakan untuk menggali umbian dan memotong hewan hasil berburu. Alat serpih digunakan sebagai pisau, dan atau penusuk. Kapak perimbas digunakan untuk menguliti hewan hasil berburu, merimbas kayu, dan memecah tulang.
gambar alat serpih
alat serpih
gambar kapak perimbas

Mengapa manusia purba membuat peralatan dari bebatuan, kayu, dan tulang? Karena bahan-bahan tsb dapat dimanfaatkan untuk keperluan mereka (misalnya sebagai pisau) dan dapat diperoleh secara mudah, serta cara pembuatannya sederhana bisa dilakukan secara tradisional.

Peninggalan kebudayaan di masa megalithikum (kebudayaan batu besar), antara lain ;
a. Menhir, yaitu bangunan berbentuk tiang atau tugu batu tunggal yang dibuat untuk menghormati roh nenek moyang.
b. Dolmen, yaitu meja batu yang berkakikan menhir, dan berfungsi sebagai tempat sesajian untuk pemujaan roh nenek moyang.
c. Sarkofagus. Berbentuk seperti lesung/ mangkuk tapi mempunyai tutup. Fungsinya sebagai peti jenazah dan juga diisi bekal kubur.
d. Punden Berundak-undak. Merupakan bangunan batu yang disusun secara bertumpuk/ bertingkat, mirip candi, dan biasanya menyatu dengan menhir. Berfungsi sebagai tempat melakukan upacara pemujaan. 

gambar peninggalan megalithikum
gambar peninggalan megalithikum

Dari peninggalan-peninggalan tsb, dapat “ditebak” bahwa sistem kepercayaan masyarakat praaksara adalah dinamisme dan animisme. 

Pengertian dinamisme adalah sistem kepercayaan pada benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib dan kekuatan tsb dapat menolong mereka, semisal patung, pohon besar, gunung, dll. Sedangkan pengertian animisme adalah kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan roh jahat.

Kedatangan nenenk moyang dari Yunan tersebar di Nusantara

Menurut para ahli sejarah, nenek moyang masyarakat Indonesia berasal dari Yunan, sebuah daerah di Myanmar (Birma). Sebagaimana yang kita ketahui, kehidupan manusia purba sangatlah primitif. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka biasa berpindah-pindah (nomaden). 

 Proses perpindahan nenek moyang Indonesia dari Myamnar tsb tidaklah sulit sebab menurut teori, ketika zaman pra-aksara, wilayah Indonesia barat menyatu dengan daratan Asia. Sedangkan wilayah Indonesia bagian timur, menyatu dengan daratan Australia.

Pemdapat tentang menyatunya daratan Indonesia dengan daratan Asia dan Australia, didasari oleh berbagai teori. Salah satunya teori yang mengubungkan kesamaan antara fauna dan flora yang ada di Indonesia, Australia, dan Asia.

Penutup. 
Pembaca setia ardiyansarutobi.blogspot.com, demikianlah materi tentang kehidupan pada masa pra aksara. 

Tentunya, ada banyak kekurangan dalam penyajian informasi yang penulis lakukan. Jika ada pertanyaan, koreksi, dan komentar, silahkan tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. 

Sebelum tulisan ini diakhiri, penulis ingin menjawab salah satu pertanyaan tentang mengapa manusia purba itu banyak yang tinggal di tepi sungai? Jawabannya adalah karena binatang buruan selalu berkumpul di dekat sumber air, salah satunya sungai. Makanya, fosil manusia purba seperti Pithecantropus Erectus, dll ditemukan tak jauh dari sungai. 

Semoga bermanfaat!
Anda sedang membaca artikel tentang Kehidupan pada Masa Pra-Aksara di Indonesia dan bila berkenan Anda bisa share artikel tsb ke media sosial seperti facebook, google +, twitter, dll. Bila Anda bermaksud mengcopy artikel Kehidupan pada Masa Pra-Aksara di Indonesia, mohon untuk meletakkan link Kehidupan pada Masa Pra-Aksara di Indonesia sebagai Sumbernya. - Menghargai orang lain, berarti menghargai diri sendiri -

0 Response to "Kehidupan pada Masa Pra-Aksara di Indonesia"

Post a Comment