Tampilkan postingan dengan label jurnal khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnal khusus. Tampilkan semua postingan

Posting Jurnal Khusus ke Buku Besar

Melanjutkan posting mengenal jurnal khusus, kali ini akan dibahas tenatang cara posting jurnal khusus ke buku besar utama. Sebelum posting ke buku besar utama, terlebih dahulu harus dibuat rekapitulasi jurnal khusus, yaitu menjumlahkan angka-angka dalam kolom-kolom dari masing-masing jurnal khusus. Fungsinya untuk menetapkan akun-akun yang dikelompokkan termasuk debit atau kredit sebelum dipindahkan ke buku besar utama. Contohnya seperti ini ;

No. Akun
Debit
No. Akun
Kredit
1201
5101
Rp   6.375.000,00
Rp 25.050.000,00
2101
Rp 31.425.000,00


Rp 31.425.000,00

Rp 31.425.000,00

Langkah-langkah posting jurnal khusus ke buku besar umum sbb ;
1) Menjumlahkan nilai transaksi pada jurnal khusus.
2) Menyiapkan akun-akun yang berhubungan dengan jurnal khusus.
3) Masukkan angka jumlah akun dalam jurnal khusus debit ke akun buku besar sebelah  debit dan angka jumlah akun kredit ke akun buku besar sebelah kredit.
4) Berilah tanda posting dengan memberi nomor akun di bawah jurnal
khusus. Dibawah angka jumlah pada jurnal khusus diisi nomor kode akun (ke mana angka tersebut diposting) sedangkan untuk kolom ref dalam akun buku besar diisi halaman jurnal (dari jurnal mana angka tersebut diperoleh). Untuk akun serba-serbi ditulis pada referensi kolom serba-serbi.
5) Pada kolom referensi tulis singkatan dari jurnal khusus dengan nomor halaman jurnal khusus. Untuk singkatan dapat digunakan sebagai berikut: JB = Jurnal Pembelian, JJ = Jurnal Penjualan, JK = Jurnal Pengeluaran Kas, JM = Jurnal Penerimaan Kas.
6) Posting dilakukan tiap akhir bulan, jadi, tanggal posting adalah tanggal akhir bulan yang bersangkutan.

Jurnal Khusus pada perusahaan dagang

Pencatatan transaksi pada perusahaan kecil masih memungkinkan menggunakan satu macam buku harian, yaitu jurnal umum.Tetapi jika pada perusahaan tersebut terdapat jumlah dan jenis transaksi yang cukup banyak, maka cara yang paling efisien adalah menggunakan jurnal khusus.

Jurnal khusus (special journal) adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat kelompok transaksi sejenis yang sering terjadi. Jurnal khusus bertujuan untuk mengurangi pekerjaan dalam memposting ke buku besar dan untuk menciptakan pengendalian intern perusahaan. Nantinya, posting dari jurnal khusus ke buku besar dilakukan secara berkala (Misalnya setiap satu minggu, dua minggu atau akhir bulan) dan kolektif.

Manfaat jurnal khusus sbb :
1) Terdapat spesialisasi kerja (pembagian kerja) menurut jenis jurnal yang telah ditentukan. 2) Informasi keuangan yang disajikan lebih jelas karena ada pengelompokan data keuangan yang sejenis. 3) Memudahkan pemindahbukuan ke buku besar, karena jurnal khusus dilakukan secara berkala serta dibuat pengelompokan transaksi yang sejenis. 4) Mudah diperiksa kembali secara berkala.

Pengelompokkan transaksi jurnal khusus pada perusahaan dagang sbb :
1) Jurnal penerimaan kas (cash receipts journal). Seluruh transaksi yang menyebabkan bertambahnya jumlah uang kas dicatat dalam jurnal penerimaan kas. Transaksi yang menambah jumlah uang kas, antara lain, transaksi penjualan tunai, potongan penjualan, penerimaan piutang dagang, dan penerimaan uang kas dari para pemilik sebagai setoran modal.
2) Jurnal pengeluaran kas (cash payments journal). Seluruh transaksi yang menyebabkan berkurangnya kas perusahaan dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. Transaksi yang dicatat dalam jurnal pengeluaran kas, antara lain; pembelian secara tunai, pembayaran beban, pembayaran utang, pengambilan prive.
3) Jurnal penjualan (sales journal). Jurnal penjualan digunakan khusus untuk mencatat penjualan-penjualan barang dagangan secara kredit. Transaksi yang dicatat hanya ada dua, yaitu penjualan dan piutang dagang.
4) Jurnal pembelian (purchases journal). Jurnal pembelian digunakan untuk mencatat seluruh transaksi pembelian, baik pembelian barang dagangan, maupun pembelian aktiva lainnya yang dilakukan secara kredit.

Kemudian, untuk transaksi yang tidak bisa dimasukkan ke dalam jurnal khusus, maka harus dicatat dalam jurnal umum. Misalnya ; retur pembelian dan retur penjualan.