Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosiologi. Tampilkan semua postingan

Pengendalian Penyimpangan Sosial - Pengertian, contoh, faktor penyebab, bentuk, dll

Pengendalian penyimpangan sosial - Penyimpangan sosial terjadi karena adanya sosialisasi yang tidak sempurna. Pengertian penyimpangan sosial adalah segala tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan aturan/ norma/ nilai yang dianut dan berlaku didalam lingkungan sosial. Penyimpangan sosial disebut juga deviasi, sedangkan pelakunya disebut deviant. 

Sebuah penyimpangan sosial sangat bergantung pada nilai atau norma yang berlaku dalam suatu masyarakat. Maksudnya, suatu tingkah laku dapat dikatakan menyimpang oleh suatu masyarakat, namun belum tentu dianggap menyimpang oleh masyarakat lain yang memiliki norma dan nilai yang berbeda.

Boleh dikatakan, dalam pergaulan masyarakat saat ini akan selalu ada penyimpangan sosial, meskipun dalam taraf yang kecil atau ringan sekalipun. Hal tsb terjadi karena kehidupan masyarakat yang semakin majemuk sehingga perbuatan yang melanggar norma sudah dianggap biasa. Pelaku perbuatan menyimpang tsb biasanya di cap dengan suatu sebutan, seperti misalnya pembangkang, pembandel, nakal, susah diatur, pelanggar, bahkan penjahat.

Contoh penyimpangan sosial


Contoh penyimpangan sosial di masyarakat misalnya penyalahgunaan narkotika, pencurian, perjudian, dll. Contoh penyimpangan sosial dalam keluarga misalnya anak yang diperintahkan orang tuanya supaya membersihkan kamar tidurnya namun ternyata tidak dikerjakan. Contoh penyimpangan sosial di sekolah misalnya perkelahian antar pelajar, kenakalan remaja berupa balapan liar.

Faktor Penyebab Terjadinya penyimpangan sosial.

Adapun faktor penyebab adanya perilaku menyimpang dalam kehidupan sosial adalah ;
a. perbedaan status sosial/ kesenjangan sosial yang sangat mencolok antara orang kaya dan miskin.
b. pengangguran.
c. desakan ekonomi.
d. keluarga yang tidak harmonis/ berantakan (broken home).
e. media massa.
f. Tidak ada sosok yang bisa dijadikan contoh/ panutan/ teladan.
g. Pengaruh lingkungan yang buruk, misalnya di lingkungan perjudian, prostitusi, pengangguran, pengaruh teman sebaya, ataupun pengaruh lingkungan orang mabuk-mabukan.
h. pelampiasan rasa kekecewaan
i. ketidakmampuan menyerap nilai dan norma secara utuh
j. Pengaruh kemajuan teknologi.

Teori Penyimpangan sosial

Ada beberapa teori yang menjelaskan mengapa suatu penyimpangan sosial terjadi, dan berikut ini beberapa diantara teori penyimpangan sosial tsb ;

1. Teori Anatomi.
Menurut teori ini, penyimpangan sosial terjadi karena struktur nilai/ norma di dalam masyarakat berbeda-beda sehingga tidak ada pedoman jelas, mana norma yang harus dipatuhi oleh warga.
2. Teori sosialisasi.
Menurut teori ini, penyimpangan sosial terjadi akibat ketidakmampuan individu atau masyarakat dalam menghayati norma dan nilai yang dominan.

Bentuk bentuk penyimpangan sosial

Ada begitu banyak penyimpangan sosial, karena itu untuk memudahkan dalam identifikasinya, kita bedakan menjadi beberapa bentuk penyimpangan sosial. Jika kita bedakan berdasarkan kadar penyimpangan nya maka penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder.

a. Penyimpangan Primer
Penyimpangan primer bisa juga kita sebut penyimpangan ringan. Penyimpangan primer adalah jenis penyimpangan sosial yang bersifat sementara (tidak terus-menerus), tidak terlalu merugikan orang banyak, dan orang yang melakukan penyimpangan tsb masih diterima oleh masyarakat secara sosial. Contoh penyimpangan primer yaitu orang yang mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang tinggi, orang yang melanggar tata tertib lalu lintas, orang yang memanipulasi pajak kekayaan, menyontek ketika ulangan, dan bolos sekolah.

b. Penyimpangan sekunder
Penyimpangan sekunder biasa juga disebut penyimpangan berat. Penyimpangan sekunder adalah jenis penyimpangan sosial yang pelakunya tidak dapat diterima oleh masyarakat (masyarakat tidak bisa lagi mentolerir), perbuatan menyimpang dilakukan terus menerus, sangat merugikan orang lain, dan gaya hidup pelakunya didominasi oleh perbuatan menyimpang tsb. Contohnya ; orang yang sering mabuk-mabukan, pembunuh, pencuri, perampok, dll.

Namun apabila kita bedakan berdasarkan pelakunya, maka penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi penyimpangan Individu dan penyimpangan kelompok.

a. Penyimpangan Individu
Penyimpangan Individu adalah jenis penyimpangan sosial yang dilakukan oleh satu orang individu. Misalnya pencurian yang dilakukan sendirian/ satu orang saja.

b. Penyimpangan kelompok
Penyimpangan kelompok adalah jenis penyimpangan sosial yang dilakukan oleh banyak orang/ kelompok orang. Misalnya : sindikat terorisme.

Sedangkan jika kita bedakan berdasarkan sifatnya, maka penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi penyimpangan sosial positif dan penyimpangan sosial negatif. 

a. Penyimpangan sosial positif merupakan jenis penyimpangan sosial yang walaupun menyimpang atau tidak sesuai dari norma/ nilai-nilai yang berlaku namun bermanfaat baik bagi dirinya sendiri maupun bagi masyarakat. Contoh penyimpangan positif adalah perempuan yang bekerja dalam bidang yang biasanya dikerjakan oleh laki-laki, misalnya sopir taksi, ojek, pembalap, petinju, pesepakbola, dll.

b. Penyimpangan sosial negatif, merupakan jenis penyimpangan sosial yang berdampak merugikan bagi si pelakunya dan masyarakat. Contoh penyimpangan negatif yaitu perbuatan menipu, berlaku tidak sopan dengan orang lain, mencuri, dsb.

Dampak Penyimpangan Sosial.

Penyimpangan sosial dapat berdampak positif dan negatif. Berikut ini beberapa dampak/ akibat dari suatu perbuatan yang menyimpang ;
1. dapat menghancurkan masa depan pelakunya
2. menganggu keamanan dan ketertiban
3. menimbulkan beban psikologis bagi pelakunya, seperti misalnya perasaan malu, dan stres.
4. Merusak tatanan nilai didalam masyarakat. 
5. mendorong terjadinya perubahan sosial.

Pengendalian Penyimpangan Sosial

Pengertian pengendalian sosial adalah suatu cara untuk menertibkan anggota masyarakat yang menyimpang, melanggar, atau membangkang terhadap nilai/ aturan/ norma. Tujuan pengendalian sosial adalah supaya masyarakat mau mematuhi aturan dan norma yang berlaku sehingga tercipta masyarakat yang serasi, teratur, dan tertib.

Jenis-jenis pengendalian penyimpangan sosial 

Jenis atau cara pengendalian sosial dapat kita bagi menjadi 4 cara, yaitu dengan tanpa kekerasan (persuasif), dengan kekerasan (koersif), penciptaan situasi yang dapat mengubah sikap dan perilaku (kompulsif), dan penyampaian nilai norma dan aturan secara berfulang-ulang (vervasi).

Pengertian pengendalian sosial persuasif adalah jenis pengendalian sosial yang menggunakan cara-cara tanpa kekerasan. Contoh pengendalian sosial persuasif yaitu penertiban PKL (Pedagang Kaki Lima) ke lokasi tertentu yang sudah disiapkan.

Pengendalian sosial koersif merupakan jenis pengendalian sosial yang menggunakan cara-cara kekerasan untuk menertibkan masyarakat. Misalnya menertibkan PKL (pedagang kaki lima) dengan cara membongkar paksa lapak PKL tsb setelah sebelumnya diberi peringatan.

Adapun contoh dari pegendalian sosial kompulsif adalah dengan menyediakan tempat sampah yang mudah dijangkau di sekolah supaya warganya tidak membuang sampah sembarangan. Sedangkan contoh pengendalian sosial vervasi adalah dengan ceramah, penyuluhan, ataupun dengan memanfaatkan papan informasi.

Pengendalian sosial preventif adalah jenis pengendalian sosial yang dilakukan untuk mencegah perilaku menyimpang tsb terjadi. Contoh pengendalian sosial preventif misalnya sosialisasi akan bahaya nya penggunaan narkoba supaya mencegah generasi muda kecanduan narkoba.
Pengendalian sosial represif

Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial paling tidak dapat kita bedakan menjadi tiga, yaitu adat-istiadat, kepolisian, dan pengadilan.

Pembaca sekalian, demikianlah materi tentang pengendalian penyimpangan sosial yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk Anda.

Pengertian Pranata Sosial, Ciri-ciri, Fungsi, Jenis-jenis, dll

Setelah sebelumnya kami membahas tentang hubungan sosial/ interaksi sosial, kali ini akan kami lanjutkan tentang pranata sosial. Antara hubungan sosial dan pranata sosial memiliki kaitan karena hubungan sosial tsb baru bisa berjalan dengan baik apabila terdapat pranata sosial didalamnya. Lalu apakah yang dimaksud dengan pranata sosial?

Pengertian pranata sosial

Pembahasan tentang pranata sosial merupakan sub-bahasan ilmu sosiologi. Adapun pengertian pranata sosial adalah seperangkat aturan/ sistem tata kelakuan/ sistem norma yang dipergunakan sebagai pedoman manusia dalam kegiatan sosial. Contoh pranata sosial misalnya tegur sapa saat bertemu dengan orang lain, atau mempersilahkan masuk ketika ada tamu yang datang.

Pengertian pranata sosial menurut para ahli misalnya dari Koentjaraningrat. Koentjaraningrat mengatakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

Wujud dari pranata sosial adalah berupa lembaga (institute). Jika pranata merupakan sistem norma atau aturan-aturan yang mengatur aktivitas masyarakat, maka lembaga/ institute adalah badan atau organisasi yang melaksanakan aktivitas tsb.

gambar ilustrasi pranata sosial

Seseorang dikategorikan berperilaku menyimpang jika aktivitas yang dilakukan tidak sesuai dengan pranata sosial yang ada.

Ciri-ciri pranata sosial

Untuk memudahkan dalam mengenali mana yang merupakan pranata sosial, ada ciri-ciri pranata sosial yaitu ;
a. memiliki lambang-lambang/ simbol sebagai ciri khas nya. Lambang pranata sosial berfungsi untuk membedakan pranata yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini beberapa contoh lambang pranata sosial ;

- garuda sebagai lambang negara Indonesia
- tut wuri handayani merupakan lambang sistem pendidikan di Indonesia
- tunas kelapa sebagai lambang gerakan pramuka Indonesia

b. memiliki aturan tertulis (tata tertib) dan tidak tertulis (tradisi).
c. memiiki tujuan. Masing-masing pranata sosial memiliki tujuan yang berbeda-beda.
d. memiliki nilai. 

fungsi pranata sosial

Adanya pranata sosial memiliki fungsi/ kegunaan yaitu ;
1. Menjaga keutuhan/ integrasi masyarakat
2. sebagai social control, yaitu menjadi sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.
3. memberikan pedoman kepada masyarakat dalam bertingkah laku dan bersikap.

Tujuan Pranata Sosial

Tujuan pranata sosial adalah untuk mengatur kehidupan manusia supaya berjalan teratur dan harmonis. Bila dijabarkan, menurut Koentjaraningrat, tujuan pranata sosial ada delapan, yaitu:

1. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan sosial dan kekerabatan. Contohnya pernikahan, sopan santun antarkerabat, sistem istilah kekerabatan, perceraian, dan poligami.
2. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia/ ekonomi. Misalnya industri, pertanian, perikanan, perdagangan, dll.
3. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan pengetahuan dan pendidikan manusia. Contoh :  TK, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dll.
4. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan ilmiah manusia atau scientific institutions. Contohnya berbagai macam metode ilmiah dan pendidikan ilmiah lainnya.
5. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia akan nilai estetika/ keindahan. Contoh: seni suara, seni rupa, seni gerak, dll.
6. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk berhubungan dengan Tuhan atau religius institutions. Contohnya shalat, doa.
7. Pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok atau bernegara atau political institutions. Contohnya pemerintahan,  kehakiman, dll.
8. Pranata yang bertujuan mengurus kebutuhan jasmani manusia atau somatic institutions. Contohnya pemeliharaan kecantikan, dan kesehatan.

Jenis jenis pranata sosial

Pranata sosial terdiri atas beberapa jenis. Jika kita bedakan berdasarkan lembaga (institute) yang kita jumpai sehari-hari, maka terdapat 5 jenis pranata sosial, yaitu pranata keluarga, pranata agama, pranata politik, pranata pendidikan, dan pranata ekonomi.  

Pranata keluarga

Keluarga adalah satuan sosial terkecil dan paling mendasar, yang umumnya terdiri atas ayah, ibu, dan anak, yang terikat atas hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Pengertian pranata keluarga adalah sistem tata kelakuan yang mengatur kehidupan dalam keluarga. 

Fungsi pranata keluarga yang utama adalah menjaga para anggota keluarganya supaya tidak menyimpang dari pranata masyarakat luas. Bila dijabarkan, fungsi keluarga yaitu : fungsi perlindungan baik fisik maupun psikis, fungsi reproduksi (memperoleh keturunan yang sesuai dengan ajaran agama dan sah secara hukum), fungsi sosialisasi (lingkungan sosial pertama yang membentuk kepribadian anak), fungsi afeksi (tempat pertama anak untuk mendapatkan kasih sayang),  dan Fungsi ekonomi (tempat memenuhi kebutuhan ekonomi).

Karena itu peran pranata keluarga dalam pembentukan kepribadian seorang anak sangatlah penting. Meskipun lingkungan sekolah anak tsb kondusif, namun tidak dibarengi dengan lingkungan keluarga yang baik, maka kepribadian anak tidak bisa berkembang dengan sempurna. Hal ini terlihat jelas pada anak yang orang tuanya cerai (broken home).

Contoh pranata keluarga misalnya aturan tidak boleh pulang larut malam, tidur paling lambat jam 9 malam, sholat subuh berjama’ah, dll.

Pranata agama

Pengertian pranata agama jika dilihat dari ilmu sosiologi adalah tata nilai yang mengatur suatu kepercayaan kepada Tuhan/ dewa/ dsb dengan ajaran kebaktian atau kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tsb. fungsi pranata agama secara pokok adalah untuk memberikan pedoman bagi manusia dalam berhubungan dengan Tuhannya dan memberikan dasar perilaku dalam masyarakat. Contoh pranata agama misalnya tidak boleh ribut ketika berada di dalam tempat ibadah, aturan dalam zakat, dll.

Pranata politik

Pranata politik adalah serangkaian peraturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang berfungsi mengatur semua aktivitas politik dalam masyarakat atau negara. Di negara Indonesia, pranata politik tersusun secara hierarki, yaitu ;
a) Pancasila
b) UUD 1945
c) TAP MPR
d) Undang-Undang (UU)
e) Peraturan Pemerintah (PP)
f) Keputusan Presiden (Kepres)
g) Keputusan Menteri (Kepmen)
h) Peraturan Daerah (Perda)
baca juga : detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia
Pengertian politik sendiri adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan, meliputi segala urusan dan tindakan atau kebijakan mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara
lain.

Fungsi pranata politik, yaitu:
a. Melembagakan norma melalui undang-undang.
b. Menyelenggarakan pelayanan umum.
c. Melindungi dan menyalurkan aspirasi atau hak asasi penduduknya

contoh pranata politik misalnya aturan dalam pemilu (pemilihan umum). 

Pranata pendidikan

Pengertian pendidikan menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 ; “pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”. Adapun pengertian pranata pendidikan adalah seperangkat aturan/ sistem norma yang mengatur penyelenggaraan pendidikan.

fungsi pranata pendidikan yaitu ;
a. Memperkuat penyesuaian diri, mengembangkan diri dan pengembangan hubungan sosial.
b. Memberikan persiapan untuk memperoleh pekerjaan di masa datang.
c. Pemindahan warisan kebudayaan.
d. Mempersiapkan peranan sosial yang dikehendaki oleh individu.

Contoh pranata pendidikan yaitu aturan tidak boleh melaksanakan masa orientasi siswa yang mengarah pada perploncoan, aturan bahwa untuk menamatkan SMA harus mengikuti dan lulus Ujian Nasional (UN).

Pranata ekonomi

pengertian pranata ekonomi adalah sistem norma atau kaidah yang mengatur tingkah laku individu dalam masyarakat guna memenuhi kebutuhan barang dan jasa. Pranata ekonomi berkaitan erat dengan kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup (kebutuhan ekonomi).

fungsi pranata ekonomi yaitu ;
a. Mengatur konsumsi barang dan jasa.
b. Mengatur distribusi barang dan jasa.
c. Mengatur produksi barang dan jasa.

Contoh pranata ekonomi misalnya kebijakan pembatasan kuota ekspor komoditi tertentu, monopoli pemerintah atas listrik, kemudian tarif pajak yang dikenakan pemerintah kepada penduduknya. 

Demikianlah informasi mengenai pranata sosial yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat buat! Dan jangan lupa isi kolom bomentar apabila ada pertanyaan ataupun kritik pada admin ardiyansarutobi.blogspot.com.

Salam,

Admin.

Hubungan Sosial/ Interaksi Sosial – Pengertian, ciri, syarat terjadinya, dll.

Untuk menjadi manusia yang seutuhnya, manusia perlu berinteraksi dengan manusia lain. Karena itu, hubungan sosial atau interaksi sosial merupakan salah satu kebutuhan manusia yang mendasar. Setiap hari kita selalu melakukan hubungan sosial karena memang kita membutuhkan orang lain, perlu bantuan orang lain. 

Hubungan sosial ini merupakan salah satu bahasan pada ilmu sosiologi karena mempelajari tentang interaksi manusia.

Pengertian Hubungan Sosial/ Pengertian Interaksi Sosial

Pengertian hubungan sosial sama dengan pengertian interaksi sosial.

Menurut para ahli, salah satunya dari Gillin dan Gillin, hubungan sosial adalah hubungan yang dinamis antarindividu, antarkelompok, dan antarorang dengan kelompok. Jadi, hubungan sosial adalah hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu yang lain.
gambar hubungan sosial, interaksi sosial
gotong royong merupakan salah satu contoh hubungan sosial/ interaksi sosial
Hubungan sosial sama dengan interaksi sosial. Jadi jika seseorang menyebut hubungan sosial maka itu sama saja dengan menyebut interaksi sosial. 

Nah, hubungan sosial/ interaksi sosial ini dapat terjadi secara langsung, misalnya saat berbicara/ berkomunikasi secara tatap muka ataupun dengan isyarat, atau dapat juga terjadi secara tidak langsung yaitu menggunakan media, misalnya telepon, televisi, radio, surat menyurat, email, dll. 

Faktor pendorong interaksi sosial


Faktor pendorong terjadinya hubungan sosial bisa dari faktor internal (faktor naluri manusia), bisa juga dari faktor eksternal. 

Faktor internal penyebab terjadinya hubungan sosial misalnya karena ada dorongan didalam individu untuk melakukan komunikasi dengan sesama, atau bergaul dalam kaitannya untuk ke jenjang pernikahan, atau membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. 

Adapun faktor eksternal penyebab hubungan sosial misalnya karena adanya empati, sugesti, imitasi, dan identifikasi.

Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial


1. Faktor Imitasi.
Secara bahasa, imitasi berarti peniruan. Pengertian imitasi adalah proses seseorang mencontoh orang lain atau kelompok.
Seseorang akan mencontoh orang lain atau kelompok apabila menaruh minat, mengagumi, dan memberikan penghargaan sosial yang tinggi, terhadap sesuatu yang akan di imitasi, serta memiliki pengetahuan tentang sesuatu yang akan di imitasi. 

2. Faktor sugesti dari orang lain atau kelompok.
Pengertian sugesti adalah pengaruh yang dapat menggerakan hati orang.

3. Empati

4. Identifikasi.

Contoh Interaksi Sosial

Contoh hubungan sosial atau contoh interaksi sosial misalnya ; kegiatan penyuluhan, proses pembelajaran di kelas, musyawarah desa, saling menegur, berjabat tangan, dan saling berbicara.

Syarat terjadinya interaksi sosial


1. Kontak Sosial.
Kontak sosial berarti terjalinnya suatu hubungan, baik secara fisik maupun tidak. Kontak sosial dapat dilakukan secara tatap muka (berjabat tangan, tegur sapa, berbicara, mengggunakan tangan/ bahasa isyarat, tersenyum) maupun dengan perantaraan suatu media (membaca SMS, berbicara lewat handphone, menonton TV, facebook-an, dll).

Kontak sosial dapat dibedakan menjadi kontak primer dan kontak sekunder. Kontak primer berarti kontak sosial yang terjadi secara tatap muka (langsung), sedangkan kontak sekunder adalah kontak sosial yang terjadi melalui media perantara dan ditandai dengan adanya jarak (contoh lewat SMS, internet, pihak ketiga, dll).

Kontak sosial juga dapat dibagi menjadi ; kontak antar individu, antara individu (orang) dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok.

2. Komunikasi.
Pengertian komunikasi adalah hubungan dua arah, reaksi, atau tanggapan seseorang atas tindakan yang dilakukan orang lain. Jadi apabila kita mengucapkan salam kepada orang lain, namun orang tsb tidak menjawab salam kita, maka hal tsb belum termasuk komunikasi namun baru sebatas kontak sosial. 

Komunikasi terjadi apabila seseorang memberikan tanggapan terhadap perilaku orang lain dengan menyampaikan suatu perasaan.  Komunikasi tidak harus selalu menghasilkan bentuk kerja sama karena terkadang juga bisa menghasilkan pertentangan atau perkelahian, jadi bisa bersifat positif maupun negatif.

Ciri-ciri hubungan sosial

Setelah mengetahui pengertian hubungan sosial, ada beberapa ciri untuk mengenali apakah sebuah tindakan termasuk hubungan sosial atau bukan. Berikut ini ciri-ciri hubungan sosial/ ciri-ciri interaksi sosial tsb ;
a. Melibatkan lebih dari satu orang, ada pemberi pesan dan ada penerima pesan.
b. Ada tujuan
c. Ada kontak sosial dan komunikasi, baik secara lisan maupun isyarat/ simbol.
d. Ada dimensi waktu (masa lalu, sekarang, dan masa datang) yang menentukan sikap aksi yang sedang berlangsung.

Proses Sosial (Sosialisasi)

Pengertian proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan saling memengaruhi antarmanusia.

Seseorang individu perlu melakukan sosialisasi karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Selain itu, dengan melakukan sosialisasi, akan tercipta persaudaraan, kerukunan, dan persatuan.

Tujuan sosialisasi yatu memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan bagi kehidupan di dalam masyarakat, mengembangkan kemampuan seseorang untuk dapat berkomunikasi secara efektif, menanamkan nilai-nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dan untuk memahami peranan dan status sosial masing-masing individu.

Fungsi sosialisasi dalam pembentukan kepribadian.

Menurut Cuber (2003), pengertian kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari ciri-ciri (sifat-sifat) yang tampak dan dapat dilihat pada seseorang. 

Jadi, Kepribadian tidak hanya tercermin dari ciri-ciri fisik tapi juga termasuk dilihat dari ciri-ciri psikologis.

Kepribadian seseorang diperoleh melalui proses sosialisasi sejak ia dilahirkan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang ;

1. Faktor keturunan/ genetik/ biologis. Misalnya seseorang yang memiliki badan yang lemah, bisa jadi rendah diri.
2. Faktor lingkungan alam (geografis). Keadaan alam yang menjadi tempat tinggal seseorang juga dapat mempengaruhi kepribadiannya. Misalnya masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan biasanya kepribadian mereka cenderung lebih lembut, ramah, dan penuh basa-basi. 
3. Faktor lingkungan kebudayaan.
4. Faktor lingkungan Sosial.

Bentuk-bentuk interaksi sosial.

Bentuk interaksi sosial yang dikemukakan oleh Gillin dan Gillin terbagi menjadi 2 yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif.

1. Bentuk interaksi sosial asosiatif.

Interaksi sosial asosiatif merupakan jenis interaksi sosial yang positif, dimana antar pelakunya terjadi kerjasama , saling membutuhkan, dan solidaritas meningkat. Interaksi sosial asosiatif dapat dibagi lagi menjadi 3 bentuk, yaitu akomodasi, kerja sama (cooperation), dan asimilasi.

Akomodasi adalah suatu proses di mana individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan, kemudian menyesuaikan diri (beradaptasi) untuk mengatasi kekurangan-kekurangan, dan tanpa adanya kekerasan. 

Beberapa bentuk dari akomodasi yaitu ; 

a. arbitrasi ; menyelesaikan masalah dengan bantuan pihak ketiga yang netral, dimana pihak ketiga tadi juga punya wewenang membuat keputusan atas penyelesaian masalah pihak yang bertentangan.
b. ajudikasi ; melalui pengadilan
c. Toleransi ; saling menghormati, menghargai tanpa harus diminta tapi dengan kesadaran sendiri.
d. Mediasi : mirip dengan arbitrasi, yaitu dengan bantuan pihak ketiga untuk menjadi penengah, namun pihak ketiga pada mediasi  tidak punya wewenang untuk membuat keputusan apapun yang mengikat kedua pihak yang bertentangan.
e. coercion ; bentuk akomodasi yang terjadi karena ada unsur paksaan. Misalnya pegawai yang harus menerima gaji/ honor rendah meskipun ia keberatan, sebab apabila protes akan dipecat. Atau ketika bawahan yang dimarahi secara kasar oleh atasannya, dan bawahan tadi tidak bisa membalas sebab ia pihak yang lemah.
f. Kompromi. Kompromi adalah ; kedua pihak yang bertentangan, masing-masing mengurangi tuntutannya supaya kata sepakat tercapai. Misalnya : negosiasi gaji buruh antara buruh dan pemilik perusahaan.

Adapun yang dimaksud dengan Kerja sama (cooperation) adalah suatu usaha bersama antar individu atau antar kelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dapat terbentuk apabila ada kesadaran terhadap kepentingan-kepentingan yang sama, dan adanya organisasi untuk mencapai kepentingan tersebut.

Beberapa bentuk kerjasama yaitu ; 
a. Kerukunan, merupakan bentuk kerjasama yang paling sederhana, misalnya gotong-royong, musyawarah, dll.
b. Bargaining, merupakan bentuk kerjasama yang terjadi setelah proses tawar-menawar atau kompromi.
c. koalisi, yaitu kombinasi antara 2 pihak atau lebih.
d. Joint venture, yaitu kerjasama antara pihak asing dan pihak lokal, biasanya dalam hal pelaksanaan proyek tertentu.

Sedangkan yang dimaksud dengan asimilasi adalah bentuk kerjasama yang sangat harmonis dan dalam jangka waktu yang lama dari kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda, yang menyatu, mengurangi perbedaan-perbedaan, sehingga batas antar kelompok pun hilang. Misalnya Budaya betawi yang dikenal sebagai budaya hasil asimilasi dari berbagai kebudayaan, mulai dari Cina, Jawa, Portugis, dan Islam.

2. Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif.

Interaksi sosial disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang cenderung berujung pada perpecahan, permusuhan, pertikaian, atau merenggangnya solidaritas antar kelompok. Interaksi sosial disosiatif dibagi lagi menjadi 3 bentuk yaitu persaingan/ kompetisi, kontravensi (ketidaksenangan), dan pertentangan/ pertikaian/ konflik.

Pengertian persaingan (kompetisi) adalah suatu proses sosial dari individu atau kelompok yang saling bersaing dan mencari keuntungan tertentu.

Kontranvensi merupakan proses sosial berupa sikap mental semisal ; perbuatan menghalangi,
menghasut, berkhianat, memfitnah, provokasi, dan intimidasi. Kontravensi ini berada di tengah-tengah antara persaingan dan pertentangan.

Contoh kontravensi dalam kehidupan sehari hari misalnya menyangkal pernyataan orang lain, memaki atau menghina orang lain lewat SMS, menyebarkan gosip, membocorkan rahasia perusahaan kepada pihak luar, dll.

Berbeda dengan pertentangan, sebuah persaingan tidak terdapat unsur kekerasan dalam mencapai tujuan, sedangkan pertentangan mengandung unsur kekerasan didalamnya.