Tampilkan postingan dengan label IPS SMP kelas 7 (VII). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS SMP kelas 7 (VII). Tampilkan semua postingan

Kehidupan pada Masa Pra-Aksara di Indonesia

Kembali lagi ke materi sejarah dalam IPS Terpadu, kali ini penulis akan membahas tentang masa pra-aksara di Indonesia. 

Boleh dikatakan, materi ini adalah sejarah nya sejarah. Sebab, yang dipelajari adalah kehidupan manusia purba. Beribu tahun yang lalu. Saat dimana manusia masih hidup dengan cara yang sangat tradisional, yaitu ketika semua tergantung dengan alam.

Lalu mengapa harus belajar sejarah manusia jutaan tahun yang lalu?
Belajar dari masa lalu,berguna  untuk lebih mengerti apa yang terjadi di masa sekarang. Dan berbuat lebih baik untuk masa depan. Sebaliknya, kita harus menyadari bahwa seperti apa kehidupan modern seperti saat ini, tidak terlepas dari kehidupan manusia sebelumnya. 

Baiklah, pada artikel ini, poin-poin penting yang akan secara lengkap dibahas antara lain ;
pengertian zaman pra-aksara, 
deskripsi kehidupan di zaman pra-aksara, 
pembabakan di zaman praaksara, 
Manusia purba di Indonesia, dan
Peninggalan kebudayaan masa praaksara.

Pengertian Zaman Pra- Aksara

Apa sebenarnya maksud dari kata-kata pra-aksara? Bagi sebagian orang, istilah tsb terdengar asing.
Sebenarnya dengan mudah kita bisa mengetahui minimal tujuan dari kata pra-aksara tsb. Secara harfiah, pra artinya sebelum, Aksara artinya huruf atau tulisan. Berarti, pra-aksara artinya masa atau zaman sebelum manusia mengenal tulisan.

Yaitu zaman berjuta tahun yang lalu, ketika kehidupan manusia masih sangat primitif.
Saking primitifnya, masa ketika itu dikenal juga dengan istilah masa pra-sejarah (Alias belum ada sejarah).Lho kok bisa? Mestinya ketika manusia ada, pasti ada sejarahnya (ceritanya). 

Karena ketika itu tidak ada bukti tertulis yang ada. Cara ilmuwan mempelajari kehidupan manusia pra sejarah, lebih banyak melalui sumber-sumber berupa fosil dan artefak.

Selain zaman pra aksara dan zaman pra sejarah, sering juga orang menyebut masa ketika itu dengan sebutan zaman purba. Sedangkan manusia nya disebut manusia purba.

Nah, zaman pra aksara memang selalu menarik untuk dibahas sebab tidak ada yang tahu persis bagaimana keadaan ketika itu. Penjelasan yang ada lebih bersifat teori, namun disusun secara ilmiah.

Bagian ilmu sejarah yang khusus meneliti fosil manusia, tumbuhan, dan hewan disebut paleontologi. Kemudian, ilmu yang mempelajari manusia purba adalah paleoantropologi. Sedangkan ilmu sejarah yang khusus mendalami peninggalan sejarah dan purbakala disebut arkeologi.

Pembabakan zaman praaksara

gambar pembabakan zaman praakasara

Jadi, zaman praaksara itu sebenarnya dapat kita kenali secara lebih mudah dengan membaginya kedalam beberapa babak/ bagian.

Pembagian zaman praaksara terbagi kedalam 2 bagian ; zaman batu dan zaman logam.

Zaman batu merupakan zaman ketika manusia pra sejarah mulai mengenal alat-alat yang terbuat dari batu. Zaman batu dibagi lagi menjadi 4 bagian berikut ;
a. Zaman batu tua (Palaelithkum)
b.  zaman batu tengah (Mesolitikum)
c.  zaman batu muda (Neolithikum)
d.  zaman batu besar (Megalithikum)

Adapun zaman logam, adalah saman ketika manusia pra sejarah sudah dapat membuat alat-alat perlengkapan hidupnya dari logam. Zaman logam dibagi menjadi 3 bagian, yaitu ‘
a. Zaman Tembaga
b. Zaman Perunggu
c. Zaman Besi

Pembagian zaman pra sejarah berdasarkan geologi  (lapisan bumi yang terbentuk)

a. Zaman Arkaeozoikum.
Masa ini berlangsung kira-kira 2.500 juta tahun yang lalu. Bumi dimasa ini belum stabil. Lapisan-lapisan bumi masih dalam proses pembentukan, udara sangat panas, dan tanda-tanda kehidupan belum ada.

b. Zaman paleozoikum.
Zaman ini terjadi kira-kira 340 juta tahun lalu. Zaman paleozoikum sering juga disebut zaman primer karena kehidupan pertama kali muncul di masa tsb meskipun berupa munculnya makhluk bersel satu seperti bakteri , serta sejenis amfibi dan reptil. Suhu bumi ketika itu sudah menurun sehingga memungkinkan makhluk hidup untuk tinggal.

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <ins class="adsbygoogle" style="display:block" data-ad-format="fluid" data-ad-layout="image-middle" data-ad-layout-key="-eo+6g-v-cr+qp" data-ad-client="ca-pub-6389402917944938" data-ad-slot="5569503999"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script> c. Zaman/ masa mesozoikum
Terjadi kira-kira 140 juta tahun yang lalu. Sering juga disebut zaman sekunder. Pada masa mesozoikum, terdapat reptil dengan ukuran sangat besar, misalnya dinosaurus.

gambar dinosaurus
Ilustrasi Dinosaurus

d. Zaman Neozoikum. 
Zaman ini diperkirakan terjadi 60 juta tahun yang lalu. Di masa tsb, bumi sudah jauh lebih stabil. Reptil raksasa mulai punah. Sebaliknya, hewan menyusui dan primata (monyet dan kera) terus berkembang. 

Perkembangan selanjutnya adalah munculnya manusia, yaitu dimulai saat zaman pleistosen (bagian dari neozoikum). 

Tahapan kehidupan manusia purba pada masa pra aksara berdasarkan perkembangan kebudayaan.

a. Masa berburu dan mengumpulkan makanan (food gathering).
Pada masa ini, Manusia  mengumpulkan makanan yang disediakan oleh alam tanpa harus menanam atau mengolah tanah. Beberapa ciri masa berburu dan mengumpulkan makanan :
  • Hidup Berpindah-pindah (nomaden), karena sangat bergantung dengan makanan yang tersedia di alam.
  • Sudah mengenal api. Makanan (misal nya ikan, daging rusa, dll) yang berhasil mereka dapatkan, akan dibakar terlebih dahulu sebelum dimakan.
  • Juga mengumpulkan tumbuhan dan umbi-umbian yang bisa dimakan.
  • Pola hidup sudah berkelompok. Berguna untuk mengahadapi serangan binatang buas.
  • Alat-alat yang dipakai terbuat dari batu, tulang, dan kayu. Cirinya adalah masih kasar alias tidak diasah dan sangat sederhana. Contoh ; chopper (kapak genggam), flakes (alat serpih), dan kapak perimbas.
  • Termasuk masa palaeolithikum atau zaman batu tua.
  • Jenis manusia purba yang hidup pada masa tsb antara lain pithecantrhopus.

b. Masa bercocok tanam (food producing).
Beberapa ciri masa bercocok tanam yaitu ;
  • Sudah mampu mengembangbiakkan hewan ternak dan menanam tumbuh-tumbuhan.
  • Sudah mulai hidup menetap. Meskipun, ketika tanah yang diolah tidak subur lagi, mereka akan pindah ke tempat lain yang tanahnya masih subur.
  • Termasuk kedalam zaman mesolithikum (zaman batu pertengahan) dan neolithikum (zaman batu muda).
  • Alat-alat yang dihasilkan sudah lebih halus. Misalnya ; kapak persegi dan kapak lonjong.
  • Dapat membuat gerabah.

c. Masa perundagian.
Merupakan masa ketika manusia pra aksara sudah dapat mengolah logam, terutama besi dan perunggu. Benda-benda hasil masa perundagian antara lain kapak corong.

Jenis-Jenis Manusia purba di Indonesia, beserta penjelasannya. 

Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia, antara lain ;

1. Pithecantropus Erectus. 

gambar wajah pithecantropus
Beberapa bentuk wajah pithecantropus

Nama Pithecanthropus Erectus diambil dari kata pithekos = kera, anthropus = manusia, dan erectus = berjalan tegak. Jadi Pithecanthropus Erectus berarti manusia-kera yang berjalan tegak.

Pithecantropus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1890 di dekat Desa Trinil, sebuah desa di pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi (Madiun). Eugene Dubois merupakan seorang dokter dari Belanda, dan tercatat sebagai peneliti manusia purba pertama di Indonesia. 

Ciri-Ciri Pithecantropus Erectus;
  • Volume otak masih rendah (900 cc). Sebagai perbandingan, volume otak manusia modern lebih dari 1000 cc, sedangkan kera volume otaknya maksimal 600 cc.
  • Diperkirakan hidup antara 1 juta – 600 riibu tahun lalu
  • Ciri fisiknya yaitu berbadan tegak dengan tinggi badan kira-kira 165-180 cm.

2. Meganthropuis Paleojavanicus. 
Meganthropuis Paleojavanicus ditemukan oleh von Koeningwald pada tahun 1941 di Sangiran, Kab. Sragen, prov. Jawa Tengah.

Ciri-ciri Meganthropuis Paleojavanicus antara lain ;
  • Diperkirakan hidup pada 2 juta – 1 juta tahun lalu. Karena itu dinobatkan sebagai manusia purba tertua di Indonesia.
  • Ciri fisiknya yaitu tidak berdagu sehingga menyerupai kera.

3. Homo Soloensis.
Homo Soloensis ditemukan oleh Von Koenigswald dan Wedenreich pada tahun 1931-1934 di dekat Desa Ngandong, lembah sungai bengawan Solo. 

Peninggalan Kebudayaan Pra-Aksara

Seperti disebutkan diatas, bahwa tidak ada peninggalan tertulis yang dapat mengungkap kehidupan zaman pra aksara. Karenanya, para ilmuwan mempelajari kehidupan manusia ketika itu dari fosil dan artefak.

Pengertian fosil yaitu sisa-sisa tulang belulang manusia, hewan, dan tumbuhan yang sudah membatu karena proses kimia dan terpendam dalam lapisan bumi, sedangkan pengertian artefak yaitu benda-benda purbakala hasil peninggalan kebudayaan manusia zaman pra aksara.

Contoh artefak yaitu kapak genggam, alat serpih, dan kapak perimbas.

gambar kapak genggam
kapak genggam

Kapak genggam digunakan untuk menggali umbian dan memotong hewan hasil berburu. Alat serpih digunakan sebagai pisau, dan atau penusuk. Kapak perimbas digunakan untuk menguliti hewan hasil berburu, merimbas kayu, dan memecah tulang.
gambar alat serpih
alat serpih
gambar kapak perimbas

Mengapa manusia purba membuat peralatan dari bebatuan, kayu, dan tulang? Karena bahan-bahan tsb dapat dimanfaatkan untuk keperluan mereka (misalnya sebagai pisau) dan dapat diperoleh secara mudah, serta cara pembuatannya sederhana bisa dilakukan secara tradisional.

Peninggalan kebudayaan di masa megalithikum (kebudayaan batu besar), antara lain ;
a. Menhir, yaitu bangunan berbentuk tiang atau tugu batu tunggal yang dibuat untuk menghormati roh nenek moyang.
b. Dolmen, yaitu meja batu yang berkakikan menhir, dan berfungsi sebagai tempat sesajian untuk pemujaan roh nenek moyang.
c. Sarkofagus. Berbentuk seperti lesung/ mangkuk tapi mempunyai tutup. Fungsinya sebagai peti jenazah dan juga diisi bekal kubur.
d. Punden Berundak-undak. Merupakan bangunan batu yang disusun secara bertumpuk/ bertingkat, mirip candi, dan biasanya menyatu dengan menhir. Berfungsi sebagai tempat melakukan upacara pemujaan. 

gambar peninggalan megalithikum
gambar peninggalan megalithikum

Dari peninggalan-peninggalan tsb, dapat “ditebak” bahwa sistem kepercayaan masyarakat praaksara adalah dinamisme dan animisme. 

Pengertian dinamisme adalah sistem kepercayaan pada benda-benda yang dianggap memiliki kekuatan gaib dan kekuatan tsb dapat menolong mereka, semisal patung, pohon besar, gunung, dll. Sedangkan pengertian animisme adalah kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan roh jahat.

Kedatangan nenenk moyang dari Yunan tersebar di Nusantara

Menurut para ahli sejarah, nenek moyang masyarakat Indonesia berasal dari Yunan, sebuah daerah di Myanmar (Birma). Sebagaimana yang kita ketahui, kehidupan manusia purba sangatlah primitif. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, mereka biasa berpindah-pindah (nomaden). 

 Proses perpindahan nenek moyang Indonesia dari Myamnar tsb tidaklah sulit sebab menurut teori, ketika zaman pra-aksara, wilayah Indonesia barat menyatu dengan daratan Asia. Sedangkan wilayah Indonesia bagian timur, menyatu dengan daratan Australia.

Pemdapat tentang menyatunya daratan Indonesia dengan daratan Asia dan Australia, didasari oleh berbagai teori. Salah satunya teori yang mengubungkan kesamaan antara fauna dan flora yang ada di Indonesia, Australia, dan Asia.

Penutup. 
Pembaca setia ardiyansarutobi.blogspot.com, demikianlah materi tentang kehidupan pada masa pra aksara. 

Tentunya, ada banyak kekurangan dalam penyajian informasi yang penulis lakukan. Jika ada pertanyaan, koreksi, dan komentar, silahkan tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. 

Sebelum tulisan ini diakhiri, penulis ingin menjawab salah satu pertanyaan tentang mengapa manusia purba itu banyak yang tinggal di tepi sungai? Jawabannya adalah karena binatang buruan selalu berkumpul di dekat sumber air, salah satunya sungai. Makanya, fosil manusia purba seperti Pithecantropus Erectus, dll ditemukan tak jauh dari sungai. 

Semoga bermanfaat!

Bentuk Muka Bumi, Proses Pembentukan, dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Sebenarnya, pembahasan tentang bentuk muka bumi ini, sedikit sudah penulis singgung pada artikel interpretasi peta tentang pola dan bentuk muka bumi (materi IPS Terpadu kelas IX). Namun sepertinya, di kelas VII, ada bab tersendiri yang secara khusus mengupas tentang bentuk muka bumi. Mencakup pembahasan mengenai deskripsi bentuk muka bumi, proses pembentukannya, dan dampaknya bagi kehidupan manusia.

Karena itu, penulis sengaja membuat artikel  atau postingan khusus yang membahas secara lebih mendalam...lebih detail tentang bentuk muka bumi.

Bentuk Permukaan Bumi

Bentuk muka bumi aslinya menjadi salah satu kajian dalam ilmu geografi. Namun dalam IPS terpadu, aspek geografi tsb dicoba untuk dikaitkan dengan sub ilmu sosial lainnya semisal ilmu sejarah, sosiologi, dan ekonomi.

Seperti yang kita ketahui, bumi yang kita tinggali sebenarnya adalah permukaannya, yaitu daratan dan lautan.  Adapun yang didalam bumi (inti bumi), berupa batuan yang tidak bisa dilihat secara kasat mata, kecuali apabila digali terlebih dahulu.

Bentuk permukaan bumi jika kita kelompokkan berdasarkan letaknya, maka akan didapat 2 kelompok besar, yaitu daratan dan lautan.

Muka bumi yang berupa daratan misalnya : gunung, pegunungan, bukit, dataran tinggi, dataran rendah, dan pantai.

gambar bentuk muka bumi
bentuk muka bumi berupa pegunungan

Beberapa contoh gunung berapi yaitu : gunung kerinci (Sumatera), Gunung Semeru (Jawa), gunung Rinjani (Lombok), dan gunung Soputan (Sulawesi). 

Contoh pegunungan di Indonesia ; Pegunungan Jaya Wijaya (Papua), Pegunungan Meratus (Kalimantan), dan pegunungan bukit barisan (Sumatera). 

Seharusnya, bentuk permukaan bumi adalah datar. Hanya saja, ada tenaga endogen dan eksogen yang mempengaruhi dan mengubah bentuk muka bumi yang datar tsb. Sehingga, bentuk muka bumi yang kita ketahui sekarang berbeda-beda tinggi rendahnya. 

Apa yang dimaksud dengan Relief Muka Bumi?

Pengertian Relief muka bumi adalah tinggi rendahnya permukaan bumi diukur berdasarkan ketinggian dari atas permukaan laut (permukaan laut yaitu garis pantai sebuah laut).

Faktanya, muka bumi kita tidaklah rata. Ada yang tinggi, ada yang rendah...dan tinggi rendahnya permukaan bumi tersebut, dipengaruhi oleh tenaga endogen dan tenaga eksogen.

Untuk menggambarkan relief permukaan bumi, biasanya digunakan peta tiga dimensi (peta timbul), peta kontur, dan atau peta dengan kode warna.

gambar bentuk muka bumi 2
gambar peta kontur

Proses Pembentukan Muka Bumi oleh Tenaga Endogen 

gambar proses pembentukan muka bumi - infographic

Tenaga Endogen adalah tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi. Tenaga endogen bersifat membangun/ membentuk muka bumi.

Vulkanisme

Pengertian Vulkanisme adalah peristiwa naiknya magma dari dalam perut bumi dan menyusup ke dalam litosfer (kulit bumi) akibat suhu magma yang tinggi serta banyaknya gas yang terkandung didalamnya. 

Adapun pengertian magma adalah campuran batu-batuan namun dalam keadaan cair, liat, dan sangat panas. Normalnya, magma berada dalam perut bumi. 

Aktivitas penyusupan magma ke dalam litosfer dapat dibagi menjadi dua, yaitu intrusi magma dan ekstrusi magma. 

Adapun pengertian intrusi magma adalah peristiwa menyusupnya magma di antara lapisan batuan, dan tidak mencapai permukaan Bumi. Sedangkan pengertian ekstrusi magma adalah peristiwa penyusupan magma sampai keluar permukaan bumi dan membentuk gunung berapi. 

Ekstrusi magma terjadi apabila tekanan gas kuat dan ada retakan pada kulit bumi sehingga tercipta letusan yang dahsyat.

Tektonisme.

Tektonisme biasa juga disebut diatropisme (pergerakan pada kerak bumi). 

Pengertian Tektonisme adalah perubahan letak lapisan kulit Bumi dari kedudukan semula, akibat pergeseran lempeng tektonik, baik secara vertikal maupun horizontal.

Maksud dari lempeng tektonik adalah salah satu bagian listofer (lapisan kulit bumi)) yang padat dan terapung .

Berdasarkan luas wilayah yang dipengaruhi dan kecepatan geraknya, tektonisme dibedakan menjadi dua yaitu Epirogenesa dan Oregenesa. 

Ciri Epirogenesa yaitu wilayah yang terpengaruh oleh epirogenesa sangat luas dan kecepatan gerakan nya sangat lambat sehingga biasanya tidak kita rasakan, namun tanda-tandanya dapat dilihat dari perubahan garis pantai. Epirogenesa dipercaya menjadi gerakan pembentuk benua.  

Jika epirogenesa membentuk benua, maka Oregenesa lah yang membentuk pegunungan.  Gerakan oregenesa lebih singkat dibanding Epirogenesa, lagipula daerah yang dipengaruhinya lebih sempit.

Oregenesa dibagi lagi menjadi lipatan dan patahan. 

Lipatan terjadi apabila dua lempeng kerak bumi saling bertabrakan sehingga mendapat tekanan hebat yang menyebabkan pelipatan lapisan batuan. Contoh pegunungan lipatan adalah pegunungan Himalaya. 

Patahan tejadi apabila dua lempeng kerak bumi yang tidak elastis atau keras saling bertabrakan sehingga tekanan yang terjadi menyebabkan kerak bumi retak kemudian patah.

Salah satu contoh permukaan bumi akibat patahan yaitu danau toba di Sumatera Utara. Pada danau toba, ada bagian tanah yang turun sangat dalam (disebut ngarai) akibat patahan, kemudian ngarai tsb terisi air sehingga menciptakan sebuah danau.  

gambar bentuk muka bumi 3
Danau Toba, contoh muka bumi akibat tektonsme

Seisme

Pengertian Seisme adalah getaran keras dan terjadi tiba-tiba akibat pergeseran daratan di bumi. Fenomena seisme dapat disebabkan oleh tiga hal yaitu tektonik, vulkanik, dan runtuhan. 

Terjadinya gempa bumi akibat tektonik dapat dijelaskan sebagai berikut ;
Dua lempeng tektonik yang berdekatan saling berjauhan, mendekati, atau saling bergeser, kemudian terjadi pengumpulan energi secara terus-menerus sampai lempeng tektonik tidak mampu lagi menahan gerakan yang terjadi, akibatnya terjadi pelepasan secara tiba-tiba dan menggetarkan kulit bumi.  

Gempa bumi akibat vulkanik terjadi pada gunung berapi. Timbulnya gempa vulkanik dapat dijelaskan sebagai berikut ; aliran magma dari dalam bumi menyusup ke atas dan menerobos kulit bumi yang keras sehingga terjadi getaran.

Getaran yang ditimbulkan gempa vulkanik mencapai jarak yang tidak jauh, hanya di daerah sekeliling gunung berapi. Intensitas gempanya pun biasanya dikategorikan lemah hingga sedang, tidak sekuat gempa tektonik.

Adapun yang dimaksud gempa akibat runtuhan adalah gempa karena terjadi runtuhan tanah. Jenis gempa ini biasa terjadi pada daerah yang terdapat banyak rongga-rongga bawah tanah, misalnya pada area kegiatan penambangan bawah.

Tanah runtuh kemudian menyebabkan permukaan bumi bergetar. Jenis gempa runtuhan merupakan gempa dengan kekuatan getaran lemah dan pengaruhnya hanya bersifat lokal.

Dampak Positif  dan Dampak Negatif Tenaga Endogen

Adapun dampak positif tenaga Endogen yaitu ;
1. membentuk bentang alam yang indah sehingga menjadi daya tarik wisata. 

2. membentuk kawasan tangkapan air hujan (catchment area). Maksud dari kawasan tangkapan air hujan yaitu wilayah yang menerima banyak curah hujan dan mampu menyimpan serta mengeluarkan air tanah  pada musim kemarau ke daerah yang lebih rendah. 

Contoh catchment area antara lain kawasan puncak bogor dan kawasan pegunungan Dieng.

3. sumber bahan tambang dan mineral. Emas, perak, bijih besi, aluminium, dll banyak terbentuk di daerah rekahan pertemuan lempeng.

Sedangkan dampak negatif tenaga endogen antara lain ;
Letusan gunung berapi dan gempa bumi yang merupakan bencana alam, banyak merugikan secara materiil, bahkan dapat menimbulkan korban jiwa.

Peran Tenaga Eksogen terhadap Muka Bumi

Sama halnya dengan tenaga endogen, tenaga eksogen juga berperan dalam membentuk permukaan bumi.

Tapi ada perbedaannya. 

Pengertian tenaga eksogen adalah tenaga pembentuk bumi yang berasal dari luar bumi dan bersifat merusak bentuk permukaan bumi yang sudah ada. 

Tenaga eksogen dipengaruhi oleh sinar matahari, angin, air, makhluk hidup, dan gletser (bongkah es). 

Salah satu contoh relief permukaan bumi yang rusak akibat tenaga eksogen adalah gunung atau bukit yang pohon-pohonnya habis karena penebangan liar sehingga batuan yang ada mengalami pelapukan kemudian terkikis (erosi).

Pelapukan, Erosi, Sedimentasi

Bila disebutkan satu persatu, ada beberapa jenis tenaga eksogen, yaitu erosi, pelapukan, dan sedimentasi. Lalu apa makna dari istilah-istilah tersebut?

Pelapukan

Pengertian pelapukan adalah proses pengelupasan atau penghancuran kulit bumi akibat suhu, air, organisme, dan reaksi kimia.

Benda yang mengalami pelapukan biasanya adalah batuan.

gambar bentuk muka bumi 4
Pelapukan Batuan

jenis jenis pelapukan ada 3, yaitu pelapukan fisik, pelapukan organis, dan pelapukan kimiawi. 

Disebut pelapukan fisik karena batuan yang mengalami pelapukan berubah bentuk nya menjadi lebih kecil. Biasa juga disebut pelapukan mekanis karena proses berlangsungnya secara mekanis.

Pelapukan fisik (mekanis) dapat disebabkan oleh tiga hal ;
  • Perbedaan temperatur yang tinggi. Misalnya di daerah beriklim kontinental atau gurun, dimana suhu udara antara siang dan malam berbeda sangat ekstrim. Pada daerah gurun, suhu ketika siang bisa mencapai 50 derajat celcius, sedangkan ketika malam suhu udaranya dingin. 
  • Pembekuan air dalam batuan. Pada saat hujan, sebagian air yang masuk ke dalam batuan kemudian membeku lalu volume nya bertambah sehingga memberi tekanan pada batuan, akibatnya permukaan batuan retak dan rusak. 
  • Berubahnya air garam menjadi kristal. Contoh pelapukan oleh air garam yaitu pelapukan pada batuan karang di daerah pantai. Air laut yang masuk ke dalam batu karang, pada siang hari menguap sehingga garam yang ada didalam batu karang mengkristal. Kristal garam yang tajam kemudian merusak batuan. 

Pelapukan organis/ biologis adalah jenis pelapukan akibat organisme yaitu tumbuhan, manusia, dan hewan. Contoh pelapukan organis yaitu pelapukan batuan oleh akar tanaman, oleh cacing, dan kegiatan pertambangan yang dilakukan manusia. 

Pelapukan kimiawi adalah jenis pelapukan akibat rekasi kimia. Air hujan, karbon dioksida, dan oksigen merupakan unsur utama penyebab pelapukan kimiawi. 

Erosi

Dulu waktu SD (Sekolah Dasar), penulis ingat erosi itu biasanya identik dengan pengikisan tanah. Padahal sebenanrnya kurang tepat jika erosi diartikan semata-mata sebagai pengikisan tanah (walaupun ada benarnya). 

Erosi terjadi pada batuan yang mengalami pelapukan. Lebih tepatnya, pengertian erosi adalah proses pengikisan dan pengangkutan material hasil pelapukan.

Yang mampu mengikis dan memindahkan batuan yang telah lapuk adalah angin, air, gelombang air laut, dan gletsyer (es).

Contoh erosi air yaitu abrasi. Abrasi merupakan sebuah keadaan dimana batuan di pantai terkikis akibat gelombang air laut. Biasanya, abrasi terjadi pada pantai yang curam dan pantai yang landai. Terkadang bahkan abrasi menyebabkan terbentuknya goa-goa pantai. 

Adapun erosi angin biasa terjadi di daerah kering misalnya di padang pasir. 

Sedimentasi

Pengertian sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi pada tempat yang lebih rendah, seperti dataran rendah, waduk, danau, muara sungai, tepi pantai dan dasar laut. 

Dampak Positif dan Negatif Tenaga Eksogen

Tenaga Eksogen, yang juga merupakan tenaga pembentuk muka bumi, tetap memberi manfaat bagi kehidupan. Salah satunya misalnya dapat mempercepat pelapukan batuan vulkanis sehingga membentuk tanah yang subur.

Lalu apa dampak negatif tenaga eksogen itu? Tenaga eksogen dapat menyebabkan bencana alam, misalnya karena erosi dan tanah longsor, hutan yang terbakar akibat panas matahari yang berlebihan, dan banjir akibat hujan deras yang turun terus-menerus.

Bagaimana? Sependapat dengan apa yang saya sampaikan? Ada pertanyaan atau ada koreksi tentang bentuk muka bumi? Mari kita berdiskusi melalui kotak komentar yang sudah tersedia dibagian bawah blog ini!