Faktor Penyebab konflik Indonesia Belanda Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI

Advertisement
Didalam sejarah tertulis, Belanda pernah menjajah Indonesia dalam waktu yang sangat lama yaitu lebih kurang 350 tahun atau 3,5 abad. Akhirnya, wilayah kepulauan yang ada di Indonesia akhirnya disatukan kedalam wadah NKRI melalui ikrar proklamasi kemerdekaan Indonesia pada hari jum’at tanggal 17 agustus 1945. Namun, di masa awal kemerdekaan, tepatnya dari tahun 1945 sampai 1949, Indonesia harus terkuras energinya untuk menghadapi rongrongan Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia.

Maksud Belanda yang datang kembali ke Indonesia untuk menjajah, tidak lepas dari kekalahan Jepang dari pihak sekutu pada Perang Dunia II kala itu. Jepang menyerah kepada sekutu, sehingga menurut Belanda, secara otomatis wilayah Indonesia menjadi hak negara yang menjadi anggota blok sekutu. Kebetulan, Belanda merupakan salah satu anggota negara pihak sekutu, dan mereka mempunyai historis yang sangat lama dalam menguasai wilayah Indonesia, sehingga menganggap mereka berhak menguasai Indonesia kembali.

Dilain sisi, Indonesia menganggap mereka bukan jajahan siapa-siapa lagi. Proklamasi tanggal 17 agustus 1945, memberikan bukti kebulatan tekad rakyat Indonesia untuk tidak mau dijajah lagi dan supaya diberikan hak untuk menentukan nasib bangsa sendiri. Lagipula, perjanjian di Kalijati tanggal 9 Maret 1942, dimana pemerintah Belanda kala itu menandatangani dokumen menyerah tanpa syarat kepada Jepang, menjadi bukti legal bahwa Belanda “menyerahkan” seluruh wilayah Indonesia kepad jepang. Maka, Belanda sudah kehilangan hak atas wilayah Indonesia sejak perjanjian di kalijati tsb. 

Sebagai Informasi, ada tiga syarat pembentukan suatu negara yang sah, yaitu harus ada wilayah, penduduk, dan pemerintahan. Dengan dilantiknya Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada tanggal 18 agustus ‘45, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan kabinet dan pemerintahan daerah, maka ketika itu, sudah memenuhi syarat bagi Indonesia untuk diakui sebagai Negara yang berdaulat. Jadi tidak ada alasan yang dapat dibenarkan bagi Belanda untuk mewujudkan keinginannya menguasai wilayah Indonesia kembali.

Perbedaan pendapat dan kepentingan yang bertolak belakang inilah yang kemudian memicu konflik antara Indonesia dengan Belanda. Konflik yang terjadi antara Indonesia dan Belanda di awal kemerdekaan Indonesia, sebenarnya lebih banyak berupa konflik bersenjata yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Banyak wilayah di Indonesia kala itu menjadi lautan api. Tidak hanya di pusat negara tapi juga hingga ke daerah-daerah. Puncaknya adalah apa yang kita sebut dengan peristiwa agresi militer I dan agresi militer II. Hingga menimbulkan simpati negara luar dan turun tangannya PBB (perserikatan Bangsa Bangsa) untuk mendamaikan perselisihan.

Faktor Penyebab Konflik Indonesia Belanda

Jika kita rinci maka faktor-faktor yang menyebabkan konflik antara Indonesia-Belanda sesaat setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, yaitu : 

1. Kedatangan sekutu ke Indonesia ternyata diboncengi oleh NICA (Belanda). 
Yang dimaksud sekutu disini adalah negara-negara yang tergabung dalam aliansi antara Amerika serikat, Inggris, Australia, Belanda, perancis, dan Italia. Blok (kelompok) sekutu merupakan pemenang dalam Perang Dunia II melawan blok sentral/ poros yang anggotanya : jerman, jepang,

gambar van der plas, wakil NICA, penyebab konflik antara indonesia belanda
Di wilayah asia pasifik, sekutu membentuk suatu komando pertahanan bernama SEAC. Komando Pertahanan Sekutu di Asia Tenggara, South East Asia Command (SEAC), ketika itu berpusat di Singapura. SEAC yang dipimpin oleh Lord Lous Mountbatten, kemudian membentuk divisi yang diberi nama AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies). AFNEI dipimpin oleh Letnan Jenderal Sir Philip Christison dan mendarat di Jakarta pada tanggal 29 September 1945. 

Kedatangan sekutu (AFNEI) di Indonesia mulanya disambut dengan baik oleh banga Indonesia karena mereka mengumandangkan perdamaian. Namun jika kita melihat tugas yang diemban oleh AFNEI, memang tidak tersirat bahwa tujuan mereka dibentuk untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. AFNEI jika kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti Pasukan sekutu hindia Belanda. East indies (hindia belanda) berarti wilayah-wilayah kepulauan di Asia timur meliputi negara-negara seperti India, malaysia, Indonesia, dll.

Tugas pokok AFNEI adalah mengambil alih Indonesia dari tangan Jepang, dengan rincian tugas sbb :
a. menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Jepang,
b. membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu,
c. melucuti orang-orang Jepang dan kemudian dipulangkan,
d. menciptakan keamanan dan perdamaian,
e. menghimpun keterangan guna menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang.

AFNEI turut serta membawa NICA (Netherlands Indies Civil Administration) atau pegawai sipil Belanda. NICA merupakan organisasi yang didirikan oleh orang-orang Belanda yang melarikan diri ke Australia setelah mereka menyerah pada Jepang. NICA dipimpin oleh Van Mook.

Mengetahui bahwa AFNEI ternyata membawa serta NICA (Belanda), tentu saja menimbulkan masalah sebab NICA mempunyai agenda mau menjajah kembali Indonesia. 

2. Sekutu  dan NICA melakukan  provokasi   dan  teror  terhadap  bangsa Indonesia
NICA  mempersenjatai  KNIL (Koninklijk Nerderlands Indisch Leger) yaitu tentara kerajaan Belanda yang ditempatkan di Indonesia. KNIL ketika itu baru dibebaskan oleh AFNEI dari yang sebelumnya merupakan tahanan Jepang. NICA dan KNIL di Jakarta, Surabaya, dan Bandung mengadakan provokasi, teror, dan memancing kerusuhan. Mereka tidak menghormati kedaulatan wilayah Indonesia.

Penutup.
2 faktor yang menjadi penyebab konflik Indonesia-Belanda setelah pernyataan kemerdekaan Indonesia, yaitu : 1) dukungan sekutu atas niat Belanda untuk menjajah kembali, terbukti dengan kedatangan sekutu (AFNEI) yang diikuti pula oleh Belanda (NICA), 2) provokasi, teror dari KNIL dan NICA yang memancing kerusuhan dan tidak menghormati kedaulatan negara Indonesia.

Demikianlah materi tentang faktor penyebab konflik Indonesia Belanda. Saya harap tulisan di website ini dapat bermanfaat bagi Anda dan semoga Anda menyukainya. Terimakasih.

Anda sedang membaca artikel tentang Faktor Penyebab konflik Indonesia Belanda Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI dan bila berkenan Anda bisa share artikel tsb ke media sosial seperti facebook, google +, twitter, dll. Bila Anda bermaksud mengcopy artikel Faktor Penyebab konflik Indonesia Belanda Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, mohon untuk meletakkan link Faktor Penyebab konflik Indonesia Belanda Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI sebagai Sumbernya. - Menghargai orang lain, berarti menghargai diri sendiri -