Perdagangan internasional sebagai bagian dari perekonomian terbuka


07.21 |



Secara garis besar, jenis perekonomian yang dianut suatu negara dibedakan menjadi perekonomian terbuka dan perekonomian tertutup. Pengertian perekonomian terbuka adalah perekonomian suatu negara yang terlibat secara luas dalam perdagangan antar negara (internasional). Negara yang menganut perekonomian terbuka akan menjalankan perdagangan internasional, sebaliknya negara yang menganut perekonomian tertutup, akan menolak adanya perdagangan internasional.

Saat ini hampir semua negara menganut perekonomian terbuka. Artinya, mereka melakukan kerjasama dalam bidang ekonomi, dan melakukan ekspor dan impor. Alasannya karena dengan berdagang dengan negara lain, dapat memperkuat sektor ekonomi dalam negeri, walaupun harus juga disediakan bermacam kebijakan supaya produsen lokal tidak kalah bersaing dengan produsen luar.

Perdagangan internasional adalah perdagangan antarnegara atau lintas negara, yang kegiatan utamanya mencakup ekspor dan impor. Perdagangan internasional merupakan salah satu sumber pendapatan negara (dalam bentuk devisa). Perdagangan internasional dibagi menjadi dua kategori, yakni perdagangan barang (fisik) dan perdagangan jasa. Perdagangan jasa antara lain terdiri atas biaya transportasi, perjalanan (travel), asuransi, dan jasa konsultan asing.

Pertimbangan suatu negara untuk memilih apakah menganut perekonomian terbuka atau perekonomian tertutup didasari oleh idealisme (paham) negara tersebut. Namun, boleh dikatakan, seluruh negara saat ini telah menganut sistem perekonomian terbuka dikarenakan mereka menyadari akan pentingnya perdagangan internasional bagi perkembangan perekonomian negara (faktor penyebab perdagangan internasional).

Seperti yang kita ketahui, sudah menjadi sifat dasar manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. Semakin banyak manusia, semakin banyak pula kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi. Dahulu, manusia menggunakan kegiatan tukar menukar barang (sistem barter) untuk memenuhi kebutuhannya. Lalu, manusia menciptakan alat tukar (misalnya : uang) untuk mempermudah kegiatan ekonominya, dan sistem pun beralih ke sistem perdagangan. Kemudian, manusia mengelompok dan akhirnya membentuk suatu negara. Sejak saat itu, kebutuhan menjadi semakin membesar sehingga memicu timbulnya perdagangan internasional.

Pelaksanaan perdagangan antar negara (Internasional) lebih rumit dan kompleks dari perdagangan dalam negeri. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena perdagangan internasional melintasi batas-batas negara dan berhubungan dengan negara/ pemerintah lain. Padahal setiap negara mempunyai sistem ekonomi, mata uang, sistem tata niaga dan peraturan perpajakan/ bea cukai masing-masing, bahkan mungkin juga sistem takaran/ ukuran/ timbangan, dan standar mutu yang berbeda.

Manfaat perdagangan internasional :
a. Menciptakan efisiensi dan spesialisasi.
b. Memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu.
c. Mendorong semangat berprestasi dan bersaing.
d. Sumber pemasukan kas negara.
e. Menjalin kerja sama dan persahabatan antarnegara.


artikel terkait :


older link