Teori Perdagangan Internasional menurut para ahli ; Teori Keunggulan Mutlak (Adam Smith) dan Komparatif (David Ricardo)

Advertisement
Teori perdagangan internasional - keyakinan bahwa perdagangan internasional memberikan sumbangan yang positif terhadap kegiatan ekonomi negara, telah melandasi munculnya teori-teori menurut para ahli ekonomi tentang penyebab timbulnya perdagangan internasional. Beberapa teori tsb misalnya yang terkenal adalah dari Adam Smith dan David Ricardo.

Mengapa terjadi perdagangan internasional? Ini merupakan pertanyaan klasik yang sering dilontarkan. Sebenarnya, berdagang merupakan naluri alamiah manusia untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya. Semakin bertambahnya penduduk dan kebutuhan hidup tsb, cara berdagang itupun semakin berkembang dan kompleks. Akhirnya manusia berdagang ke negara lain karena berbagai sebab (baca faktor pendorong perdagangan internasional disini).

Teori perdagangan internasional menurut Adam Smith – Teori keunggulan mutlak/ teori keunggulan absolut


1. Teori keunggulan mutlak (absolut)
Teori ini dikemukakan oleh Adam Smith. Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang diperoleh suatu negara, karena negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Menurut teori ini, Bila biaya produksi jenis barang yang sama, tidak berbeda antarnegara, maka tidak ada alasan untuk melakukan perdagangan internasional.

Contohnya ada pada tabel di bawah! Biaya produksi yang harus dikeluarkan Indonesia dalam memproduksi kain, lebih sedikit daripada Belanda sehingga keuntungan yang didapat dari penjualan pun akan lebih banyak. Dalam hal ini Indonesia memiliki keungggulan mutlak dalam memproduksi kain. Sedangkan keuntungan mutlak/ absolut Belanda ada dalam produksi Televisi (TV).

gambar teori perdagangan internasional mutlak absolut

Lalu bagaimana dengan negara yang tidak mempunyai keunggulan mutlak sama sekali? Apakah negara tsb tidak boleh masuk kedalam perdagangan internsaional? Lalu bagaimana pula misalnya Indonesia yang tidak memiliki keunggulan mutlak pada produksi TV. Apakah Indonesia tidak boleh/ akan mengalami kerugian jika tetap bersikeras memproduksi TV? 

Teori perdagangan internasional menurut David Ricardo - Teori keunggulan komparatif.

Teori keunggulan komparatif (theory of comparative advantage) merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo pada tahun 1817. Teori keungulan komparatif melihat kuntungan atau kerugian dari perdagangan internasional dalam perbandingan relatif. Hingga saat ini, teori keunggulan komparatif merupakan dasar utama yang menjadi alasan negara melakukan perdagangan internasional. Teori David Ricardo sering juga disebut teori modern perdagangan internasional

David Ricardo berpendapat bahwa meskipun suatu negara mengalami kerugian mutlak (dalam artian tidak mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi kedua jenis barang bila dibandingkan dengan negara lain), namun perdagangan internasional yang saling menguntungkan kedua belah pihak masih dapat dilakukan, asal negara tersebut melakukan spesialisasi produksi terhadap barang yang memiliki biaya relatif lebih kecil dari negara lain.

Dalam menggunakan teori keunggulan komparatif, kita akan berpijak pada asumsi berikut :
- perdagangan melibatkan dua negara
- ada dua barang berbeda yang diperdagangkan
- berlaku teori nilai tenaga kerja, yaitu nilai atau harga suatu barang yang dihitung dari jumlah waktu (jam kerja) tenaga kerja yang dipakai dalam memproduksi barang tersebut.

gambar teori perdagangan internasional komparatif

Dari tabel diatas, indonesia punya keunggulan komparatif dalam produksi kemeja, sedangkan malaysia masih punya kesempatan memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional jika berspesialisasi dalam produksi sepatu.
baca juga : Materi perdagangan internasional terlengkap
Dasar pemikiran Ricardo mengenai penyebab terjadinya perdagangan antarnegara pada prinsipnya sama dengan dasar pemikiran dari Adam Smith, namun berbeda pada cara pengukuran keunggulan suatu negara, yakni dilihat komparatif biayanya, bukan perbedaan absolutnya. Jadi, beda dari kedua teori diatas terletak pada biaya mutlak dan biaya relatif untuk memproduksi barang/ jasa.

Demikianlah artikel teori perdagangan internasional. Semoga banyak bermanfaat.