Teori Perdagangan Internasional, Teori Keunggulan Mutlak dan Komparatif


10.30 |

Keyakinan bahwa perdagangan internasional memberikan sumbangan yang positif terhadap kegiatan ekonomi negara telah melandasi munculnya berbagai teori dari ahli-ahli ekonomi tentang perdagangan internasional.

Terdapat banyak teori tentang perdagangan internasional, beberapa diantaranya :


1. Teori keunggulan mutlak (absolut)
Dikemukakan oleh Adam Smith. Keuntungan mutlak adalah keuntungan yang diperoleh suatu negara, karena negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Menurut teori ini, Bila harga dari jenis barang yang sama tidak berbeda antarnegara maka tidak ada alasan untuk melakukan perdagangan internasional.
Negara
Produksi
Perbandingan dasar tukar dalam negeri (DTDN)
kain
TV
kain/ TV
TV/ kain
Indonesia
90
60
 90/  60 = 1, 5
 60/ 90 = 0, 67
Belanda
50
100
50/ 100 = 0, 5
 100/ 50 = 2
Dari tabel diatas, Indonesia punya keunggulan mutlak dalam produksi kain, sedangkan keunggulan mutlak belanda dalam produksi tv.

2. Teori keunggulan komparatif.
Teori keunggulan komparatif (theory of comparative advantage) merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo pada tahun 1817. Teori keungulan komparatif melihat kuntungan atau kerugian dari perdagangan internasional dalam perbandingan relatif. Hingga saat ini, teori keunggulan komparatif merupakan dasar utama yang menjadi alasan negara melakukan perdagangan internasional.

David Ricardo berpendapat bahwa meskipun suatu negara mengalami kerugian mutlak (dalam artian tidak mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi kedua jenis barang bila dibandingkan dengan negara lain), namun perdagangan internasional yang saling menguntungkan kedua belah pihak masih dapat dilakukan, asal negara tersebut melakukan spesialisasi produksi terhadap barang yang memiliki biaya relatif terkecil dari negara lain.

Dalam menggunakan teori keunggulan komparatif, kita akan berpijak pada asumsi berikut :
- perdagangan melibatkan dua negara
- ada dua barang berbeda yang diperdagangkan
- berlaku teori nilai tenaga kerja, yaitu nilai atau harga suatu barang dapat dihitung dari
jumlah waktu (jam kerja) tenaga kerja yang dipakai dalam memproduksi barang tersebut.

Negara
Jumlah jam kerja per satu unit
Perbandingan efisiensi tenaga kerja
kemeja
sepatu
kemeja
sepatu
Indonesia
1
2
1/4
2/3
malaysia
4
3
4
3/2


Dari tabel diatas, indonesia punya keunggulan komparatif dalam produksi kemeja, sedangkan malaysia masih punya kesempatan memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional jika berspesialisasi dalam produksi sepatu.

Dasar pemikiran Ricardo mengenai penyebab terjadinya perdagangan antarnegara pada prinsipnya sama dengan dasar pemikiran dari Adam Smith, namun berbeda pada cara pengukuran keunggulan suatu negara, yakni dilihat komparatif biayanya, bukan perbedaan absolutnya. Jadi, beda dari kedua teori diatas terletak pada biaya mutlak dan biaya relatif untuk memproduksi barang/ jasa.


artikel terkait :


older link